EST. 30 AGUSTUS 1997
PROFIL & SEJARAH
Mengenal lebih dalam identitas, filosofi, serta fondasi pergerakan Mahasiswa Pencinta Alam Satuan Jiwa Sahabat Alam Raya (MAPALA SATWA SAHARA).
Kelahiran Satwa Sahara
Organisasi MAPALA SATWA SAHARA secara resmi didirikan pada tanggal 30 Agustus 1997, lahir dari rahim akademis Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Riau (FEB-UIR), Pekanbaru, Riau.
Bukan sekadar perkumpulan mahasiswa yang gemar mendaki gunung, organisasi ini dibentuk sebagai wadah intelektual, mental, dan fisik. Dengan berazaskan ideologi Pancasila dan berlandaskan musyawarah untuk mufakat, Satwa Sahara hadir untuk mentransformasikan mahasiswa menjadi pelopor kelestarian alam dan pengabdi masyarakat yang berkarakter kuat.
Sejak pendiriannya, organisasi ini berkedudukan sah sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tingkat fakultas, yang secara independen dan non-politik konsisten menelurkan generasi kader penjaga kelestarian biosfer dan sosial kemasyarakatan.
Filosofi Lambang & Identitas
Makna Objek Simbolis
- Gambar Unta: Melambangkan keuletan, ketangguhan, dan ketabahan dalam menghadapi medan seberat apa pun.
- Segitiga Sama Sisi: Melambangkan tatanan Kode Etik Pencinta Alam yang kokoh dan seimbang.
- Garis Lingkaran: Mengandung makna filosofis persaudaraan dan keanggotaan seumur hidup bagi setiap insan Satwa Sahara.
- Tulisan FEB-UIR: Identitas historis dan asal lembaga tempat organisasi ini bernaung.
Makna Warna Dasar
- Kuning: Melambangkan identitas Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Riau.
- Merah: Melambangkan keuletan, keberanian yang menyala, dan ketangguhan.
- Coklat: Melambangkan kesejahteraan dan membumi (harmoni dengan tanah).
- Biru: Melambangkan ketenangan jiwa dan kedamaian semesta.
- Hitam: Melambangkan ketegasan, prinsip, dan kekuatan yang solid.